Friday, September 17, 2010

Yang Tua Yang Muda Sama-sama Goblok (DPR inside)



Ternyata gak ngaruh ye, mau kaum tua atau kaum muda di DPR tetep aja sama-sama goblok. Penyakit lama yang semua orang gak suka dari DPR tetep aja dilakuin. Plesiran. Kali ini alasan goblok dibuat untuk plesiran ke luar negeri. Katanya sih demi persiapan UU Kepramukaan, so perlu tinjau langsung kesuksesan pramuka di Afsel. Ya bikin alasan wisata gak usah bego-bego amat dong pak. Kan bapak bisa punya alasan yang agak rasional dikit. Seandainya bapak ibu DPR terhormat bilang mau belajar kesuksesan Afsel menyelenggarakan WC 2010, atau belajar bagaimana mereka saling menghormati antar umat beragama, bukan tak mungkin hujatan kami sederas ini.Hhhm, cuma kalo dipikir-pikir, ngabisin biaya yang nyaris 1 miliar rupiah jelas gak bisa ditolerir. Ditengah ancaman kemiskinan yang terus semakin parah, kondisi masyarakat yang semakin melarat, ada baiknya plesiran yang mengatasnamakan study banding ini ditunda.
Setelah Almarhum Gus Dur menyentil DPR angkatan tua sebagai anak-anak TK, sekarang yang (kebanyakan) muda juga gak mau kalah ikut-ikutan mau jadi anggota Pramuka. Apa urgensinya UU Kepramukaan? Bukan bermaksud mendiskreditkan Pramuka, namun apabila dana tersebut dialihfungsikan untuk hal yang lebih berguna seperti memperkuat persenjataan Indonesia, mungkin Malaysia udah ketar ketir liat pertahanan kita. Apa dibenak DPR, pramuka bisa melawan Malaysia? 
Kalo yang tua dianggap TK, yang muda cukup jadi pramuka saja. So, kapan negara kita bisa maju kalo wakil-wakilnya masih  kekanak-kanakan terus? Ada baiknya rombongan yang hendak pergi ke Jepang belajar bagaimana industri mereka bisa berkembang dengan pesat. Atau alihkan saja plesirannya ke China, belajar bagaimana mereka bisa menumpas korupsi dengan baik. Plesiran atau study banding ke luar negeri adalah bentuk baru dari korupsi. Jelas hal-hal yang seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Bila berkaca ke China, DPR perlu bertemu Zhu Rongji yang meyatakan, berikan saya 100 peti mati, 99 akan saya kirim untuk para koruptor, sisanya buat saya sendiri jika saya melakukannya ketika beliau diangkat jadi PM tahun 1998. Beberapa nama yang berangkat kebanyakan dari Fraksi Partai Demokrat. Pernyataan Ketua DPR, Marzuki Alie juga bikin telinga makin panas yang meminta kepergian anggota DPR ini tidak dipersoalkan. 
Haduuuh haduh DPR. Gak salah namamu Dewan Plesiran Rakyat. Kerjanya jalan-jalan terus tanpa memperhatikan nasib mayoritas rakyat ini. Mudah-mudahan saja, pesawat yang membawa rombongan DPR ke Afsel hilang ditelan badai, atau jatuh di hutan luas Afrika. Amin.



Keterangan gambar: Primus dan Tere, 2 dari 25 anggota DPR yang berangkat Pramuka ke Afsel. Kenapa gak study banding ke Hollywood aja ya?

0 watch out!!:

Post a Comment