Rentetan kekerasan yang terjadi belakangan ini mengingatkan kita kembali akan peristiwa-peristiwa yang terjadi kira-kira 10-15 tahun yang lalu. Peristiwa hebat macam Sampit atau Tragedi Semanggi 1998 kembali dihadapkan pada kita. Pertikaian antar sesama anak bangsa, yang tak jarang mengatas-namakan suku atau ketuhanannya menjadi tontonan sehari-sehari. Seakan bosan dengan kehidupan yang aman dan damai, pertikaianpun kembali terjadi.
Lihat saja, betapa mudahnya kita menyebut kejadian-kejadian mengerikan dan memalukan negara yang terkenal dengan toleransi antar umatnya ini. Mulai dari tragedi Tual, konflik di Papua, di Buol, penyerangan HKBP Ciketing, perampokan di Medan dan Padang, Insiden di Tarakan, demo FPI di festival Q!Film, hingga rusuh di Ampera terjadi hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan. Tak jarang pula api penyulut kemarahan-kemarahan tersebut hanya karena alasan sepele yang akhirnya memakan banyak korban terlebih mereka yang tidak bersalah.
Belum lagi "benih-benih" lainnya seperti tawuran suporter sepakbola, bentrok antar warga, atau anak sekolahan yang menjadi pelengkap julukan barbar bagi negeri ini.
Kebebasan demokrasi disalahkan banyak pihak, termasuk untuk memiliki senjata api dan alat-alat pemberangus lainnya. Sabetan parang, tembakan keji, dan pengkeroyokan membuat kita tak jauh beda dengan negara miskin di Afrika yang masih banyak dihuni suku-suku barbar. Kebebasan berdemokrasi menghancurkan manusia. Membunuh dan melukai sesamanya yang tidak berdosa yang secara tidak langsung menodai toleransi antar umat.
Presiden dan pembantu-pembantunya nyaris tidak bisa berbuat apa-apa. Termenung dan pasrah. Mediasi hanya menjadikan konflik ibarat pepatah mati satu tumbuh seribu. Polisi tak jarang pasif dan diam dalam menghadapi kejadian-kejadian yang terjadi ini seolah preman dan FPI atasan mereka. Kalaupun bertindak, anarkis ala koboi tahun 70an.
Rasa was-was dan khawatir membayangi masyarakat. Teror macam apalagi yang akan menghantui diri dan keluarganya. Cemas akan teror dari sesamanya manusia, yang tak jarang bisa menjadi musuhnya. Selamat datang di negeri barbar, negeri para preman yang haus akan darah sesamanya.
Romer on DSGE Models
9 hours ago

Hhhm, update terbaru, terdengar kabar terjadi pengeboman di Bekasi. Lengkap sudah!
ReplyDeleteiya bang, apa yang salah ya..
ReplyDeletepremanisme subur banget di sini, bebar berkeliaran bawa senjata tajam gitu. terus apa fungsi aparat dan penegak hukum di sini?
yang jelas sih sekarang lumayan parno kalo mau keluar rumah..
nice post...
ReplyDelete